Kamis, 19 Maret 2015

Faith Journey

Faith is a living, daring confidence in God's grace so sure and certain that a man could stake his life on it a thousand times - Martin Luther

Ketika iman, rasa, dan logika tidak dapat berbaur dalam satu pemikiran maka kita harus memilih salah satunya :)
Aku memilih beriman saja, sehingga bisa mengalahkam rasa dan logika yang becampur aduk

Kehidupan adalah misteri, kita tidak akan pernah tahu hari esok seperti apa, demikianlah perjalanan yang saya alami.

26 Februari 2015...
Terbangun pukul 02.30 WITA
25 missed call dan 1 pesan Whatssap yang akhirnya ku baca terlebih dahulu sebelum akhirnya HP kujawab

"Kakkk papi kaak baptu kranji, di panggil bapa di sorga, yg kuat ya kak Molin, kalo bisa ijin pulang ya kak Molin"
Pesan dari Inang Uda

Hidup saat itu terasa bagaikan mimpi...
Terasa cepat dan sangat mendesak..
Menyesakkan..
Air mata mengalir seakan tak ingin berhenti..
Memori berputar ke masa-masa terdahulu..
Tak mudah mengatakan "Terpujilah Tuhan yang memberi dan mengambil" ketika yang dipanggil Tuhan adalah papa sendiri

Papa is my first hero in this world.. :)

Ketika manusia tidak dapat memilih dilahirkan menjadi anak siapa, rasanya aku tidak dapat mengatakan hal lain selain rasa syukur dilahirkan menjadi putri pertama papa. Dia melindungi dan menjaga.. terutama selalu tidak suka aku pulang larut malam.. maksimal jam malam 00.00 WIB sudah di rumah

Papa is my best friend :)

Ketika seorang anak dan papanya memiliki jarak yang begitu jauh..begitu formil..kaku..
Kurasa aku begitu beruntung karena papaku teman cerita yang menyengkan..mendukung sekaligus menasehati terkadang mengkritisi.. papa tau semua teman-teman dan sahabatku..dia senang jika aku menceritakan bahwa mereka berhasil
Terkadang aku berpikir mengapa papa ini kepo sekali..tp akhirnya aku sadar, papa berusaha menghilangkan gap, sehingga kami seperti bersahabat saja

Papa concerns with my education :)

Bagi papa..pendidikan hal yang sangat penting.. kalau perlu papa menyekolahkanku setinggi-tingginya.. matanya sangat berbinar ketika berbicara soal pendidikan.
Baginya pendidikan mengubah banyak hal..salah satunya kesejahteraan hidup, karena papa merasakan kesusahan saat kecil, papa tidak akan mau aku dan gomgom susah nantinya :)
Segala hal diberikan apabila itu berkaitan dengan pendidikan...ada ataupun tidak uang papa saat itu akan diusahakannya

Papa teach me to give :)

Mengumpulkan harta bukan tujuan hidup papa sepertinya, kalau aku melihat hidup papa, papa selalu memberi dan memberi..kadang tidak memikirkan dirinya sendiri..selalu mengalir begitu saja..
He tried to give his best! 
Yap..papa tulang punggung jg untuk keluarga..
Aku dalam tahap belajar untuk selalu memberi :) Doakan  aku ya!

Last but not least, Papa teach me to let him go and keep my faith! 

Kepergian papa yang mendadak,sebenarnya menimbulkan pertanyaan "kenapa pa pergi secepat ini?"
Pertanyaan tanpa jawaban, retorik..
Pada akhirnya aku belajar merelakan papa..dan tetap menanamkan setiap value yang papa ajarkan dalam hati..
Sambil terus menikmati perjalanan iman ini..

Dunia dan segala isinya ini adalah milik Tuhan..
Hidup adalah milik Tuhan..
Dan aku akan terlalu melangkahkan kaki ini satu demi satu dalam perjalanan imanku

Karena hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan..
Walaupun aku jarang bilang "aku sayang papa" you know,  i always love you dad..See you in heaven..





Say Hi...

First, I just want to say hi to all bloggers :)

Aku Indachi Simanjuntak, 25 tahun, dan membuat blog ini sebagai bagian dari resolusi 2015..
Blog ini aku namakan Dachisjourney, karena memang aku berniat untuk menceritakan setiap pengalaman perjalananku

What is not written and recorded is soon forgotten.Writing is collecting memories.. so i said JUST BEGIN WITH A STEP TO WRITE